Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pentingnya Merencanakan Dana Pensiun Sejak Dini

Berdasar riset di Amerika Serikat, 50% manula harus bekerja sesudah jalani periode pensiun. Karena rencana pensiun yang baru diawali sesudah umur 40 tahun atau saat dekati periode pensiun (diambil dari buku Wealth Manajemen, Ubaidillah Nugraha)

dana-pensiun

Tetapi berdasar survey yang dikutip dari Life Insurance Pemasaran Research Assosiation (LIMRA) cukup mencengangkan, Berikut hasil survey pada beberapa orang yang pada saat itu berumur 25 tahun, Bagaimana keadaan mereka 40 tahun selanjutnya?

  • 49% Memercayakan anak, panti jompo, atau bantuan dari pemerintahan
  • 29 % Telah wafat
  • 12% Pailit
  • 5% Masih kerja
  • 4% Keuangan yang berdikari
  • 1% Kaya

Untuk mereka yang masih hidup sampai periode pensiun 95% akan bergantung ke rekan-rekan, saudara-saudara, pekerjaan atau hidup dari sumbangan. Ini benar-benar tragis, cuman 5% pada mereka yang pensiun bisa hidup makmur di umur tua mereka. Kenapa ini terjadi? Tidak lain ialah karena minimnya rencana keuangan yang lumayan baik saat umur umur muda atau produktif.

Di Indonesia juga 80% umur pensiun tidak bisa hidup pensiun dengan nyaman, Di Indonesia permasalahan paling besar dalam periode pensiun ialah permasalahan likuiditas. Keluarga Indonesia suka sekali beli properti. Sebagai satu kebanggaan jika satu keluarga memiliki banyak tanah dan rumah.

Jika kita menjadi pemirsa untuk keluarga semacam ini, saya ingin ketahui dalam berapakah tahun beberapa rumah itu akan dipasarkan untuk menyambung ongkos hidup tiap bulannya. Sudah pernahkah anda ketahui, sebuah keluarga yang sudah lama masuk pensiun dan memiliki banyak properti, bisa ditegaskan di atas 10 tahun pensiun telah 2 atau 3 propertinya dipasarkan.

Kenapa ini terjadi? Karena banyak keluarga tidak mempersiapkan dengan baik dana pensiunnya, kalaulah ada dipersiapkan berbentuk yang tidak likuid.

Kemungkinan kita tidak sadar perjalanan hidup kita dari pengeluaran dan penghasilan. Kira saja mulai bekerja di umur 25 tahun dan pensiun umur 55 tahun, artinya periode kerja kita sepanjang 30 tahun. Mulai pensiun umur 55 tahun sampai meninggal dunia selesai 75 tahun. Maknanya kita akan melalui periode pensiun sepanjang 20 tahun, Periode itu periode yang bakal membutuhkan ongkos banyak.

Orang kerap berasumsi jika pensiun tak perlu banyak uang, itu salah besar. Bukan ongkos transportasi, makan siang dan pertunjukan yang membutuhkan ongkos banyak, tapi ongkos berobat yang dibutuhkan. Berapakah beberapa orang yang mempersiapkan dana hari tua , khususnya ongkos untuk berobat. Jika dalam perhitungan kemungkinan cuma 10 orang dari 1 juta orang.

Ada-ada saja argumen seorang untuk menampik mempersiapkan pensiun. Walau sebenarnya mempersiapkan pensiun itu manfaatnya untuk diri kita tidak untuk orang lain.

Beberapa argumen penampikan berencana dana pensiun

  • Telah ada uang pensiun dari perusahaan
  • Seorang PNS jadi tak perlu kembali dana pensiun karena akan mendapatkan dari Negara
  • Masih terbilang muda
  • Ada banyak tanggungan keluarga
  • Tidak dapat menabung
  • Banyak anak

Manfaat menyiapkan dana pensiun

  • Supaya tidak turunkan standar hidup
  • Tidak kesusahan keuangan disaat pensiun
  • Dapat berdikari saat periode pensiun datang
  • Tidak merepotkan beberapa anak atau keluarga.
  • Memiliki dana genting untuk ongkos penyembuhan.

Alasan-alasan ini yang bakal menyebabkan kesusahan di saat pensiun nanti. Makin muda umur seorang makin bagus di dalam menyiapkan dana hari tua, karena dana yang di pinggirkan makin sedikit.

menabung-uang

Banyak hal yang penting dipersiapkan dalam berencana dana pensiun :

1. Tetapkan umur pensiun anda.Misalkan umur Anda sekarang ini 30 tahun dan akan pensiun di umur 55, yakni 25 tahun kembali

2. Tetapkan ongkos /bulan yang diinginkan sama dengan jumlahnya uang sekarang ini, untuk pensiun anda nanti. dengan mempertimbangkan nilai inflasi.

misalnya sekarang ini anda perlu 5 juta per bulan atau 60 juta per tahun, dan ongkos itu dihitung dengan future nilai inflasi 10% karena itu 25 tahun kedepan sama dengan 54,17 juta per bulan atau 650 juta per tahun.

3. Tetapkan berapakah lama anda akan memakai dana pensiun anda, Misalkan 20 tahun sesudah umur pensiun.

Karena itu Anda kalkulasi berapakah nilai yang anda perlukan atau kapital yang anda perlukan untuk membuat nilai pensiun sepanjang 20 tahun untuk ditabung berbentuk deposito dan setiap tahunnya anda pakai sebagai ongkos untuk pensiun.

contoh: dijumpai nilai bunga deposito yang berjalan di saat 25 tahun kembali ialah nett sesudah pajak adalah 6,5%

Karena itu Kapital yang anda perlukan s/d tahun ke 25 ialah 16.890.000.0000 (16,89 Milyar). Satu Angka yang fantastis. Anda tabung ke deposito dari umur pensiun 55 sampai umur 75 tahun.

setiap tahun bunga depositonya akan menambahkan modal deposito Anda, dan setiap tahun sampai umur 75 Anda bisa pakai sebagai keperluan ongkos pensiun Anda. Telah terpikir bukan berapakah Modal yang Anda perlukan untuk pensiun.

4. Tetapkan tabungan investasi yang bisa memberikan anda return yang lebih dibanding inflasi 10%, hingga Anda bisa menabung setiap bulannya hingga memperoleh Modal yang Anda Perlukan untuk pensiun.

Contoh : Anda memiliki investasi yang bisa memberi return sejumlah 25% per tahun, karena itu untuk capai 16,89 milyar Anda perlu investasi per bulan sejumlah 711 ribu.

Selamat berencana pensiun sedini cepatlah melakukan investasi dan kemungkinan.

Berikut tips-tipsnya:

1. Membelanjakan presentase (contoh 15%) dari keseluruhan penghasilan anda untuk melakukan investasi untuk periode pensiun.

2. Bila anda mendapatkan bonus atau THR dari perusahaan atau keuntungan lebih untuk anda yang berbisnis. Janganlah lekas dihambur-hamburkan, tetapi tanamlah kelebihan uang anda di beberapa produk investasi. Anda bisa pilih produk investasi yang terbaik untuk anda misalkan deposito, reksadana atau saham untuk anda yang pahami berkenaan investasi di bursa saham.

3. Pakai uang anda dengan bijak. Belilah beberapa barang yang sesuai keperluan anda. Jauhi pembelian beberapa barang yang karakternya konsumtif dengan mencicil atau hutang. Karena biasanya pembelian barang dengan utang atau kartu kredit dikenai bunga yang paling tinggi.

Berlangganan via Email