Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Membuat Dan Fungsi Pupuk Organik Cair Pada Tanaman

Setiap tanaman memiliki waktu yang tidak sama agar bisa berbuah. Ada yang dalam beberapa waktu langsung bisa berbuah, seperti tomat, timun, pepaya dan semangka. Ada yang memerlukan waktu tengah di antara 6 hingga 12 bulan, salah satunya ialah buah naga, jambu biji, jeruk belimbing, dan nipis. Ada pula yang termasuk buah yang lama berbuah seperti srikaya, nangka mini, kelengkeng, delima, jambu air, sawo, anggur dan mangga. Tanaman di atas biasanya akan berbuah sesudah berusia satu tahun lebih.

fungsi-pupuk-organik-cair

Kadang kita merasakan tanaman buah sudah berbunga terlihat menjanjikan dan lebat. Tapi seiring berjalannya waktu bunga itu tumbang satu-satu dan gagal jadi buah. Umumnya ini karena oleh kurang air, serangga dan hama penyakit, cuaca yang ekstrim, dan penyemprotan yang tidak pas.

Kalium berperanan dalam mengendalikan proses pembukaan dan penutupan stomata untuk evaporasi air. Disamping itu kalium bermanfaat untuk mempertebal dinding sel dan menstimulus struktur pertahanan alami pertumbuhan.

Manfaat yang lain dari kalium adalah untuk proses penciptaan buah dan sekaligus membenahi kualitas dari buah itu sendiri. Tanaman yang cukup kalium akan mempunyai tangkai yang kuat dan buah yang memiliki bobot dan lebat.


Pupuk Organik Cair dari Air Cucian Beras
Pengerjaan POC dari air cucian beras cukup sederhana. Cukup hanya dengan menambahkan 1 ltr air cucian beras (leri) pertama dengan EM4 dan tetes tebu masing-masing sekitar 1 tutup botol lalu difermentasi sepanjang 1-2 minggu.

Pupuk yang dibentuk di atas memiliki kandungan elemen hara dominan P dan K, sesuai untuk tanaman hias berbunga atau tanaman buah/umbi yang telah masuk fase berbuah dan berbunga.

Tiap satu liter pupuk organik cair dari air cucian beras harus digabung dengan 5-10 liter air, bisa ditambahkan jika di rasa sangat pekat.

Siramkan pupuk organik cair dari air cucian beras yang telah dicairkan bersama air bersih ke tanaman dengan jumlah disamakan dengan tipe tanaman dan tingkat kesuburan tanah.


Pupuk Organik Cair dari Sabut Kelapa
Sabut kelapa memiliki kandungan elemen kalium sejumlah 10,25%, hingga menjadi pilihan sumber kalium organik untuk mengambil alih pupuk KCl. Sabut kelapa dipakai sebagai tempat tanam dan pengerjaan agar-agar kertas. Elemen hara seperti Ca, Mg, K, Na, dan P sesuai dipakai menjadi bahan pupuk organik.

Saat itu kandungan kimia yang ada salah satunya ialah KCl, KSO4 dan KNO3

Pertama pisah sabut kelapa dari buahnya. Uraikan sabut yang saling merekat, cacah lalu masukan ke tempat botol air mineral ukuran 1,5 Liter. Lumatkan satu genggam lalu campur dengan sabut kelapa.

Ke-2 , campurkan gula merah atau 1 tutup botol tetes tebu dengan 1 ltr air di tempat terpisah. Selanjutnya campur 1 tutup botol EM4. Tuang kombinasi itu ke tempat berisi sabut kelapa, selanjutnya tutup rapat.

Membuka tutup botol tiap pagi sepanjang beberapa menit untuk buang gas yang timbul. Jauhi dan taruh di lokasi yang tidak terkena cahaya matahari. Diamkan sepanjang 2 minggu.

Pupuk ini bisa diberi pada daun tumbuhan dan akar. Langkah terapan pada akar yakni dengan menambahkan 1 sisi POC dengan 3 sisi air. Siramkan pada tanaman dengan jumlah 250 mililiter tiap tanaman. Penyiraman dijalankan tiap 1 minggu sekali. Dan penerapan pada daun yakni dengan menambahkan 1 sisi POC dengan 5 sisi air. Semprotkan pada daun dan tangkai tanaman tiap 1 minggu sekali.


cara-membuat-pupuk-organik-cair

Beberapa Fungsi Pupuk Organik Cair:

Revitalisasi Daya produksi Tanah
Secara prinsip, pemakaian pupuk anorganik secara tanpa henti sampai pada step tertentu rupanya bisa berpengaruh buruk untuk keadaan hara tanah. Pupuk anorganik akan terakumulasi dalam tanah dan mengakibatkan kekurangan hara. Tanah yang kerap dikasih pupuk anorganik makin lama menjadi keras hingga menjadi sukar untuk diproses dan mengusik perkembangan tanaman.

Karenanya, penggunaan pupuk organik untuk tanah sangatlah membantu membenahi susunan tanah, dan kurangi keterikatan tempat pada pupuk anorganik. Disamping itu, pupuk organik berperanan untuk sumber makanan untuk mikroorganisme tanah. Dampak positifnya, bisa menambah jumlah dan rutinitas mikroorganisme tanah hingga tanah jadi gembur dan gampang meresap air.

Menambah Mutu Produk
Pada prinsipnya, tanaman yang diberi pupuk organik dapat semakin berkualitas. Tanaman sayur yang dipupuk dengan pupuk organik makin lebih fresh dan nikmat, dan daya simpannya lebih lama. Misalkan, wortel organik dapat tersimpan sepanjang 3-4 minggu, dan wortel non- organik cuma tahan tersimpan 1-2 minggu. Kubis organik dapat tahan tersimpan sampai 1 minggu, dan kubis non-organik cuma bertahan kurang dari seminggu.

Tidak hanya tahan semakin lama, kubis organik berbobot yang lebih berat ketimbang dengan kubis non-organik, yaitu kurang lebih 2 kg/buah. Saat itu, selada organik dapat tahan tersimpan sepanjang tujuh hari, dan selada anorganik cuma tahan tersimpan dua hari.

Tanaman buah juga mutunya jadi lebih baik dengan pupuk organik. Tanaman salak yang dipupuk memakai pupuk organik bisa hasilkan buah yang rasanya lebih manis. Disamping itu, daya fruitset atau rasio bunga sebagai buah lebih banyak. Begitupun makanan yang diproses berbahan organik juga daya simpannya lebih tahan lama.


Sehatkan Lingkungan
Jadi materi akhir atau tersisa satu proses, sampah biasanya ditangani dengan membawanya dari tempat sampah di pemukiman dan membuangnya ke tempat pembuangan sampah membakarnya atau akhir. Walau sebenarnya, bila dilihat dari jumlahnya masyarakat yang semakin meningkat, transisi tingkat skema konsumsi, skema pengadaan tuntutan hidup, cuaca dan musim, langkah semacam itu kurang sanggup menangani permasalahan sampah. Masalahnya sampah yang dibuat tiap hari semakin meningkat dan beresiko memunculkan banyak masalah.

Salah satu langkah tangani sampah yang efisien dan efektif dengan mendaur ulang. Sampah non organik dapat didaur ulang jadi biji plastik. Saat itu, sampah organik dapat diproses kembali jadi pupuk organik atau kompos. Daur ulang sampah organik jadi pupuk bukan hanya bisa menyuburkan tanaman, tapi juga ikut sehatkan lingkungan. Disamping itu, pemakaian pupuk organik pun tidak tinggalkan endapan pada tanaman hingga aman untuk dimakan.