Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Cepat Belajar Mengoperasikan Excavator

Sempatkan waktu untuk membaca petunjuk dibawah ini untuk anda yang sedang belajar menggunakan excavator tetapi sudah lama tidak paham dan ingin dapat memahaminya dengan cepat.

Instruksi untuk Pemahaman

Mentalitas fundamental seorang operator alat berat adalah sebagai berikut:

operator-excavator

"Berani dan Percaya Diri"

"I Will," ucapkan dengan jelas. Jika Anda ingin membangun sikap juara, jangan takut salah atau minder. Baik kebodohan maupun kebuntuan akan dipatahkan oleh pola pikir pemenang. Semua pencapaian akan terlambat jika Anda tidak memiliki mentalitas pemenang.

Hampir tidak ada operator excavator yang memenuhi syarat, kecuali mereka hanya ahli di beberapa tempat, seperti pekerjaan yang paling sering mereka lakukan. Misalnya, seorang operator yang telah lama bekerja di kolam/tambak (membuat kolam/tambak) akan mengkhususkan diri pada jenis pekerjaan ini.

Namun, ia mungkin tidak terampil di bidang lain seperti bekerja di gunung atau tebing yang curam, bekerja di palka / kapal / tongkang, bekerja di atas air (di ponton), pekerjaan muat di tambang pasir, dan sebagainya. Mungkin seorang helper yang lebih terbiasa bekerja di tambang pasir bongkar muat pasir akan bisa mengalahkannya. Karena pekerjaan pemuatan yang diincar adalah kecepatan muat, bukan pekerjaan konstruksi lumpur seperti konstruksi tambak.

Sehingga, kemampuan operator ekskavator memang terbatas. Alhasil, setiap operator excavator harus terus belajar mendidik dirinya sendiri. kita akan memiliki lebih banyak keterampilan jika kita dapat mempelajari lebih banyak pekerjaan.

Tetapi bagaimana kita dapat mengembangkan keterampilan / kemahiran kita jika kita berada di bidang yang sama untuk waktu yang lama? Akibatnya, bakat operator ekskavator dibatasi oleh kesempatan yang ada baginya. Semakin banyak operator excavator berpindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain, semakin banyak bentuk pekerjaan yang dapat mereka kuasai.


Teknik Operasional

Potensi Keselamatan Kerja

Hal pertama yang harus selalu diperhatikan oleh operator alat berat adalah keselamatan. Saat menjalankan alat berat, perhatikan keselamatan kerja. Perlindungan tempat kerja diklasifikasikan menjadi tiga kategori:


Pertama adalah aspek manusia (80 persen).

Biasanya, 80% cedera / kematian disebabkan oleh ketidakmampuan operator atau kurangnya perhatian terhadap keselamatan kerja. Berdasarkan studi luar negeri, hal ini tidak dapat disangkal.


Kedua adalah aspek alat (18 persen).

Kerusakan pada alat berat adalah penyebab umum kecelakaan lainnya. Ini hanya sekitar 18% dari total. Peralatan berat, misalnya, mungkin mengalami kegagalan fungsi pabrik, yang merupakan kesalahan yang terjadi selama proses produksi atau pemasangan.


Ketiga adalah faktor alam (2 persen).

Kejadian / cedera alam memang kadang terjadi di tempat kerja dari waktu ke waktu. Misalnya, gempa bumi, banjir, dan tanah longsor yang disebabkan oleh hujan lebat. Saat sedang bekerja, hal seperti ini sangat jarang terjadi. Hanya sekitar 2%.


Teori Kemampuan / Keterampilan

Operator excavator harus memiliki dua keterampilan: kecakapan peralatan dan kecakapan di medan kerja.

Mahir dalam alat berarti kita harus sangat ahli dalam menangani dan mengemudikan excavator. Kita harus bisa menggerakkan ekskavator seolah-olah itu adalah salah satu otot kita sendiri. Excavator dipasang untuk kedua tangan dan kaki. Kita harus bisa menggerakkan tangan ekskavator seolah-olah tangan kita sendiri, serta roda / trek ekskavator seolah-olah kaki kita sendiri.

ibaratnya tangan ekskavator adalah menjadi tangan kita, dan ibarat kaki ekskavator adalah kaki kita. Jika kita tidak pandai menangani dalam dua hal ini, itu artinya kita belum bisa sepenuhnya menangani tubuh kita sendiri. Bagaimana kita bisa menyelesaikan tugas-tugas sulit jika tangan dan kaki kita sendiri gagal mengikuti perintah kita?

Berlangganan via Email