Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bantuan Pemerintah Apa Saja Yang Masih Lanjut Di Tahun 2021?

Pemerintah telah memberikan beberapa bantuan kepada masyarakat seiring pandemi Covid-19 berlangsung di Indonesia sejak 2020. Lalu apa saja bentuk bantuan pemerintah yang akan dilanjut pada tahun 2021?

bantuan-pemerintah-terbaru-tahun-2021

beberapa bentuk bantuan pemerintah tersebut hingga kini memang ada yang masih berjalan, Namun selalu diperhatikan karena selain dari bentuk bantuan yang dikurangi nilai manfaatnya, ataupun dihentikan hingga menunggu konfirmasi lanjutan.

Bantuan Kuota Internet Pendidikan (Rencana dilanjut)
Selama 2020 kemarin, Kemendikbud telah memberikan bantuan berupa kuota internet guna akses belajar bagi para guru dan siswa. Dikutip dari laman Kemendikbud, Kemendikbud serta pemangku kepentingan lainnya memberikan subsidi kuota internet bagi siswa, guru, mahasiswa, dan dosen selama empat bulan dengan nilai Rp 7,2 triliun.


Asistensi fiskal diberikan kepada 60 juta siswa untuk pendidikan umum atau pendidikan khusus, Dan pastinya asistensi ini akan bermanfaat,  terlebih lagi Menteri Nadiem telah mengatur alokasi pemanfaatannya secara baik.


Pada Tahun 2021 ini, Kemendikbud memberikan kabar untuk perpanjangan bantuan kuota internet tersebut. Hal itu telah diungkapkan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Ainun Naim.
Ia pun menjelaskan, saat ini Kemendikbud sedang menentukan besaran dan juga cakupan pemberian subsidi.

Karenanya pada 2021 di situasi pandemi ini diperkirakan akan ada perkembangan dengan dilakukannya vaksinasi.
Hal lain menyebutkan bahwa kebijakan subsidi ini akan dipengaruhi dengan situasi sekolah yang masih melakukan pembelajaran jarak jauh, pembelajaran tatap muka, atau campuran antara tatap muka dan jarak jauh.


Bantuan Subsidi Upah (Tidak dilanjut)
Di periode akhir tahun 2020 lalu, pemerintah menyalurkan bantuan subsidi upah untuk pekerja dengan nilai gaji di bawah Rp 5 juta rupiah. Bentuk bantuan senilai Rp 2,4 juta per orang itu, disalurkan dalam kurun waktu tiga bulan dan dua periode.

 
Diberitakan Republika, Menaker Ida Fauziah sempat mengatakan, jika bantuan tersebut telah mencakup hingga 98,91 persen realisasi. Dari jumlah 12.403.896 penerima bantuan dan 413.649 perusahaan, BSU telah menyalurkan sekitar Rp 29,5 triliun.
Namun, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah menyebutkan, pemerintah hingga kini belum merencanakan BSU untuk Tahun 2021. Pasalnya, pemerintah melihat beberapa sebagian kondisi sudah pulih jika dibandingkan awal pandemi pada tahun 2020 lalu.

 

Bantuan Sosial Tunai (Dilanjut)
Kementerian Sosial (Kemensos) telah menyalurkan kembali Bantuan Sosial Tunai (BST) berkisar Rp 500.000 pada tahun 2020 kepada masyarakat dalam sekali kirim.
Bantuan itu ditargetkan untuk keluarga yang tergolong Keluarga Penerima Manfaat (KPM) program bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Total anggaran untuk bantuan sosial tunai (BST) ini ditujukan kepada 9 juta keluarga penerima manfaat (KPM), dengan nilai sebesar Rp 4,5 triliun.

 
Namun, pada 2021 ini seiring pergantian Mensos oleh Tri Rismaharini, Bantuan Sosial Tunai kembali disiapkan oleh pemerintah. Dan rencananya, bantuan tersebut disiapkan untuk 10 juta KPM dengan nilai Rp 200 ribu per KPM pada 2021. Sedangkan, untuk total anggaran yang telah disiapkan adalah sekitar Rp 12 triliun untuk periode Januari sampai Juni 2021 mendatang.


BLT UMKM (Dilanjut)

Melalui Kementerian Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) berencana akan melanjutkan program bantuan langsung tunai (BLT) untuk pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di tahun 2021.

 
Berdasarkan informasi, BLT UMKM yang disarankan saat ini adalah berkisar Rp 2,4 juta. Sedangkan untuk target, dipastikan masih sama dengan tahun lalu sekitar 12 juta pelaku usaha. Cara pendaftaran pun masih sama, dilakukan luar jaringan maupun dalam jaringan.

Meysa Yulifa
Meysa Yulifa Hanya bisa berbagi sedikit pengetahuan melalui tulisan yang saya buat di Blog ini Semoga Bermanfaat ^_^

Berlangganan via Email