6 Prinsip Dasar Pengguna Asuransi Yang Wajib Kamu Ketahui

Kata asuransi sudah tidak asing lagi ditelinga kita, asuransi secara garis besar berarti adanya perjanjian dua orang atau lebih dengan pihak pertama sebagai pembayar premi sementara pihak kedua atau lainya sebagai penjamin atas kerusakan yang terjadi atau dialami oleh pihak pembayar premi dengan ketentuan dan syarat dalam kesempatan bersama.

prinsip-dasar-asuransi

Seseorang yang menggunakan jasa asuransi tentunya mengharapkan keuntungan dengan terjaminnya barang atau jasa yang ia asuransikan dengan prosedur administrasi yang tidak ribet serta pelayanan yang diberikan prima, hal ini akan memberikan keuntungan bagi perusahaan jasa asuransi, namun apakah itu saja yang menjadi keuntungan sebuah perusahaan jasa asuransi?

Keuntungan yang paling utama dari sebuah perusahaan jasa asuransi yaitu investasi, hal ini diperoleh dari investasi premi atau pemberi iuran/kontribusi yang diterima sampai mereka harus membayar klaim, kemudian uang dalam asuransi disebut dengan float, penanggung biasanya mendapatkan keuntungan atau kerugian dari harga perubahan float  dan juga suku bungan atau dikenal dengan deviden.

Dari penjelasan diatas bahwa kita tahu keuntungan atau kerugian yang didapat dari sebuah perusahaan jasa asuransi tergantung dari dua faktor yaitu float dan deviden, ada banyak prinsip-prinsip asuransi yang mungkin semua agen atau perusahaan jasa asuransi tidak menerapkannya, untuk itu kita harus tahu apa saja prinsip-prinsip dasar tersebut yaitu:

1. Insurable Interest yaitu hak untuk mengansuransikan yang timbul dari suatu hubungan keuangan antara premi dan penanggung dan diakui secara hukum.

2. Utmost Good Faith artinya si penanggung harus dengan jujur menerangkan dengan jelas segala sesuatu tentang luasnya syarat/kondisi dari asuransi begitu juga sebaliknya.

3. Proximate Cause yaitu suatu penyebab aktif serta efisien yang menimbulkan suatu akibat tanpa adanya investasi dari sumber baru dan independen.

4. Indeminity merupakan mekanisme dimana penanggung menyediakan kompensasi finansial dalam upayanya menempatkan tertanggung dalam posisi keuangan yang ia miliki sesaat sebelum terjadinya kerugian.

5. Subrogation merupakan adanya pengalihan hak tuntut dari tertanggung kepada penanggung setelah klaim dibayar.

6. Contribution yaitu hak penanggung untuk mengajak penananggung lainya yang sama-sama menanggung, tetapi tidak harus sama kewajibanya terhadap tertanggung untuk ikut memberikan indemnity.

Prinsip-prinsip yang secara umum dapat diterapkan dalam kegiatan asuransi mungkin akan dilakukan berdasarkan situasi dan kondisi yang terjadi dimana peran yang berperan aktif seperti perusahaan jasa asuransi, pembayar premi atau pihak lainya yang bertanggung jawan dalam proses kegiatan asuransi harus memilki komunikasi yang baik dan juga adanya transparansi yang jelas.

Pengguna jasa asuransi juga harus lebih cermat dalam memilih dan memilah perusahaan jasa asuransi mana yang memang memberikan kontribusinya secara menyeluruh kepada pihak pengguna, dan begitu juga sebaliknya dengan perusahaan jasa asuransi harus memberikan kebijakan yang sesuai dengan kesepakatan awal bersama agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan.

Dari enam prinsip tersebut setidaknya kita mengetahui bahwa sebuah perusahaan jasa asuransi haru benar-benar melakukan sesuai dengan standar operasional prosedur yang berlaku yang tentunya tidak bertentangan dengan syariat-syariat islam serta undang-undang yang berlaku sehingga tidak akan ada masalah dikemudian harinya baik pihak pemberi iuran/kontribusi/premi yang secara rutin melakukan tugas dan tanggung jawabnya begitu juga dengan penyedia jasa asuransinya dalam hal ini adalah perusahaan. 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel