Pentingnya Undang-Undang Cipta Kerja Omnibus Law

Sebenarnya apa sih urgensinya UU Omnibus Law ini?

Dan kenapa harus disahkan sekarang?

Lalu, apa saja manfaatnya untuk kita?

Secara harfiah kata Omnibus ini berasal dari kata latin yang artinya "Banyak atau For Everything". Jadi, kalau dilihat dari kacamata hukum, Omnibus Law dapat diartikan hukum yang dibuat berdasarkan hasil kompilasi peraturan-peraturan dengan tingkatan subtansi yang berbeda.

manfaat-uu-cipta-kerja

UU Cipta Kerja ini sendiri terdiri dari 15 Bab dan 174 Pasal yang didalamnya terdiri dari:

11 Klaster mengatur mengenai Ketenagakerjaan, Penyederhanaan Perizinan, Persyaratan Investasi, hingga Lingkungan Hidup. Maka, tidak heran jika Omnibus Law ini disebut dengan kata lain UU Sapu Jagat.

Ada banyak Urgensi dari UU ini, 2 hal terpenting dari kacamata ekonomi:

pertumbuhan-ekonomi-indonesia

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Perlu kalian ketahui bahwa saat ini besaran PDB Indonesia dalam PPP (Purching Power Parity) atau paritas daya beli keseimbangan kemampuan berbelanja adalah sebesar 3,5 Triliun USD atau ke-7 terbesar dunia. sedangkan di Tahun 2050, berdasarkan riset  dari PwC,  Indonesia akan menjadi Negara dengan ekonomi terbesar ke-4 dunia.

Ini dengan catatan bahwa Indonesia bisa memanfaatkan bonus demografi dan menjaga pertumbuhan ekonomi rata-rata 5% per tahun. Saat ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia secara tahunan menurun secara signifikan menjadi -5,32% di Q2 tahun 2020 karena pandemi.

Artinya, untuk mengembalikan momentum pertumbuhan ekonomi, Indonesia harus bisa pulih menjaga pertumbuhan ekonomi diatas 5% saat pandemi usai. Sedikit riskan jika kita hanya bergantung dari konsumsi Domestik, disaat daya beli masyarakat mulai menurun, bahkan sebelum pandemi terjadi.

Jika kita melihat komponen PDB yaitu

- Konsumsi Domestik

- Investasi

- Pengeluaran Pemerintah

- Ekspor dan Impor

Komponen Investasi menjadi salah satu komponen penting dalam pertumbuhan ekonomi disamping dari konsumsi masyarakat. Dengan bertambahnya investasi akan membantu mengangkat angka PDB dan pendapatan Negara secara langsung.

Disisi lain, investasi yang tumbuh juga akan menghasilkan lapangan pekerjaan dan peningkatan pendapatan masyarakat. Hal ini berpengaruh juga terhadap daya beli dan konsumsi masyarakat secara umum. Sayangnya, saat ini Negara lain enggan untuk berinvestasi di Indonesia.

Padahal pemerintah sudah berusaha melakukan reformasi regulasi dengan melakukan deregulasi. Peringkat kemudahan berbisnis pun sudah meningkat dari peringkat 120 tahun 2014 menjadi 73 tahun 2019.

Namun masih banyak faktor lain yang masih menjadi penghalang, contohnya seperti:

- Pajak badan yang cukup tinggi jika dibandingkan dengan Negara lain.

- Birokrasi yang rumit membuat perjanjian investasi sangat sulit di Indonesia.

- UU Ketenagakerjaan yang dirasa memberatkan Pengusaha.


daya-saing-tenaga-kerja

Tenaga Kerja

Kalian tahu apa yang dimaksud Bonus Demografi? Bonus Demografi adalah kondisi dimana jumlah penduduk produktif atau angkatan kerja usia (15-64 tahun) lebih besar dibandingkan dengan penduduk yang tidak produktif. Peristiwa ini hanya terjadi sekali dalam sejarah suatu bangsa, dan saat ini Indonesia sedang mengalami itu.

Berdasarkan tulisan "bencana di puncak bonus demografi" yang dimuat oleh Kompas. hasil wawancara dengan Turro S.Wongkaren, Ketua Lembaga Demografi FEB UI. Disebutkan bahwa Proyeksi Penduduk Indonesia dari tahun 2015-2045 akan mencapai puncak bonus demografi pada tahun 2021-2022. Saat itu 100 penduduk produktif berumur 15-64 tahun hanya akan menanggung hidup 45,5% penduduk tidak produktif.

Ini adalah potensi yang sangat besar bagi Indonesia untuk bisa melompat sebagai Negara maju yang kaya dan terbebas dari Middle Income Trap. Syaratnya tentu saja Indonesia harus memiliki sumber daya manusia yang baik dan lapangan kerja yang berkualitas! 

Itulah sebabnya kenapa pemerintah memprioritaskan pembangunan SDM disamping dari pembangunan infrastuktur yang terus dilanjutkan. Selain kualitas sumber daya manusia, bonus demografi ini juga membutuhkan banyaknya lapangan pekerjaan. karena kalau tidak, masyarakat usia produktif yang menganggur ini justru akan menimbulkan masalah sosial dan menambah beban Negara.

mencari-lowongan-pekerjaan

Terlebih disaat seperti, kebutuhan akan ketersediaan lapangan pekerjaan semakin terasa mendesak. Analis dan ekonom pun memperkirakan tingkat pengangguran di Indonesia akan bertambah hingga lebih 10% tahun ini. Artinya dari sekitar 270 juta penduduk Indonesia, terdapat sekitar 27 juta orang yang tidak memiliki pekerjaan. Angka ini masih lebih banyak dari total penduduk Negara Singapura dan Hongkong kalau dijadikan satu.

Oleh karena itu pembuatan UU Cipta Kerja ini menjadi sangat mendesak dan diperlukan untuk penciptaan lapangan pekerjaan. Dan melalui UU Cipta Kerja ini akan banyak regulasi yang tadinya menghambat penciptaan lapangan kerja disederhanakan, Kemudian akan banyak lapangan pekerjaan baru melalui peningkatan investasi.

Kemudian UU Cipta Kerja ini juga memberikan perlindungan dan kemudahan bagi UMKM dan Koperasi untuk bisa masuk di sektor formal dengan kemudahan Pendirian, Perizinan, dan Pembinaan. Sehingga tidak hanya penciptaan lapangan kerja melalui Investasi penanaman modal asing saja yang dikembangkan, Tetapi juga Industri Domestik melalui UMKM dan Koperasi juga dilindungi dan dipermudah perizinannya agar menjadi solusi untuk Wirausaha rumahan dan industri kecil.

Karena setelah pandemi selesai, tentu Indonesia harus siap untuk menekan angka pengangguran secara cepat melalui pemulihan ekonomi dan penyedia lapangan pekerjaan. 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel