Rasio Keuangan Pribadi Yang Harus Dipahami Oleh Setiap Orang

Setiap orang harus bisa memanajemen keuangan pribadi atau rumah tangga, Tapi sayangnya tidak semua orang menyadari hal itu. Sebenarnya memanajemen keuangan pribadi atau rumah tangga sama pentingnya dengan memanajemen keuangan suatu perusahaan atau organisasi.

Yang membedakan keduanya yaitu hanya volume serta pemangku kepentingan termasuk pertanggungjawaban terhadap manajemen keuangan tersebut. Tetapi prinsip dasar keduanya sama, tanpa pengelolaan manajemen yang baik, rumah tangga atau suatu perusahaan pasti akan menuju pada kegagalan keuangan.

pemahaman-rasio-keuangan-pribadi

Dalam manajemen keuangan terdapat beberapa rasio yang harus dipantau keadaan keuangannya. Rasio keuangan tersebut yaitu perbandingan dari beberapa aspek yang menggambarkan situasi keuangan dalam kurun waktu tertentu. Dengan memperhatikan rasio keuangan secara berkala maka manajer keuangan akan mengetahui perkembangan keadaan keuangan tersebut sehingga bisa mengambil keputusan yang tepat apabila terjadi suatu masalah.

Berikut ini adalah rasio keuangan pribadi yang harus diketahui oleh setiap orang, diantaranya:.

1. Rasio tabungan

Rasio tabungan merupakan data pengeluaran yang dialokasikan untuk tabungan ataupun investasi dibandingkan dengan pendapatan setiap bulannya. Jadi gambarannya yaitu jika setiap bulan anda memiliki pendapatan sekitar 10 juta rupiah dan anda mengalokasikan pendapatan tersebut sebesar 500 ribu rupiah untuk tabungan, maka anda memiliki rasio tabungan sebesar 5%.

Berinvestasi atau menabung adalah salah satu cara kita untuk meningkatkan daya beli di masa yang akan datang, jadi sebaiknya anda mengalokasikan secara rutin pendapatan anda untuk tabungan ataupun investasi pada setiap bulannya. Sebenarnya ideal rasio tabungan setiap bulan atau per pendapatan sebesar minimal 10%. Akan semakin baik hasilnya apabila semakin besar rasionya tetapi dengan syarat tetap memperhatikan kebutuhan serta pengeluaran lain.

2. Rasio hutang

Rasio hutang merupakan total pengeluaran yang dialokasikan untuk membayar hutang baik itu bunga pinjaman ataupun hutang pokok dibandingkan dengan pendapatan setiap bulannya. Jadi apabila setiap bulan anda memiliki pendapatan sebesar 10 juta rupiah dan anda membayar hutang sebesar 2,7 juta rupiah maka anda memiliki rasio hutang sebesar 27%. 

Sebenarnya idealnya rasio hutang ini maksimal sebesar 30% bahkan ada referensi yang menyebut hingga 40%. Semakin kecil jumlah rasionya maka semakin baik untuk pengelolaan keuangan kita. Apabila rasio hutang yang kita miliki berada di atas 30% hingga 40% maka dikawatirkan kita akan tertimpa kesulitan ketika mengalokasikan pendapatan yang tersisa untuk pengeluaran lainnya seperti tabungan, tagihan rutin, biaya hidup, kebutuhan sehari-hari dan masih banyak lagi.

Bahkan terkadang terdapat pengeluaran tak terduga dalam jumlah besar. Apabila sudah terjadi demikian maka kita pasti rentan pada resiko gagal membayar hutang. Padahal ketika berhutang hal tersebut harus dihindari agar riwayat pinjaman tetap bersih dan tidak mengalami masalah dengan pihak kreditur atau pihak penghutang.

3. Rasio likuiditas

Likuiditas merupakan total aset lancar dibandingkan dengan total pengeluaran bulanan. Aset lancar yang dimaksud tersebut yaitu uang tunai, tabungan jangka pendek termasuk dana darurat yang sudah ditabung serta aset lain yang bisa dicairkan menjadi uang tunai dalam waktu singkat. Idealnya likuiditas yaitu sebesar 3 sampai 6 kali pengeluaran bulanan kita.

Likuiditas ini akan sangat berguna apabila terjadi hal dinginkan seperti pendapatan terhenti contohnya terkena PHK atau usaha yang macet, pada saat itu kita masih memiliki persediaan dana untuk membiayai kebutuhan sehari-hari hingga pendapatan kita stabil kembali. Idealnya rasio aset lancar yaitu sebesar 15% hingga 20% dari kekayaan bersih.

Demikianlah rasio-rasio keuangan yang harus diketahui oleh seseorang untuk mengetahui posisi keuangan setiap orang. Semoga bermanfaat !

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel