Pentingnya Pengetahuan Gejala Gangguan Pada Kesehatan Mental

Gangguan kesehatan mental harus dikenali sejak usia dini agar terhindar dari beberapa gangguan mental yang bisa menyebabkan kefatalan untuk dimasa yang akan datang. Maka perlu kita memahami tentang gejala gangguan kesehatan mental.

kesehatan-mental

Diagnosis Gangguan Kesehatan Mental

Penentuan jenis gangguan mental yang diderita oleh pasien, akan dilakukan pemeriksaan oleh tim medis asli dari kejiwaan dengan cara mewawancarai keluarga serta mewawancarai pasien yang bersangkutan.

Pertanyaan yang akan ditanyakan ialah :

  • Suplemen dan obat-obatan yang sedang dikonsumsi atau pernah dikonsumsi
  • Kejadian yang dialami pasien sebelumnya
  • Penyakit mental yang tejadi pada keluarga dan pasien 
  • Sejak kapan gejala ini muncul hingga dampak yang terjadi saat beraktivitas sehari-hari

Kemungkinan untuk menyingkirkan penyakit lain, tindak lanjut dokter ialah melakukan pemeriksaan penunjang dan pemeriksaan fisik. Tes darah merupakan salah satu pemeriksaan penunjang.

Dokter akan mengetahui gejala pasien disebabkan oleh kecanduan alkohol, penyalahgunaan narkotika, psikotropika, zat adiktif (NAPZA) yaang berbahaya dan gangguan tiroid semua ini diketahui dengan cara tes darah.

paranoid

Contoh Gangguan Mental

Beberapa jenis gangguan mental yang dialami pasien diantaranya adalah

Skizofrenia

Halusinasi merupakan gangguan mental yang dialami oleh skizoferania hingga pasien delusi serta berprilaku dan memiliki pikiran yang kacau. Si penderita skizoferania tidak dapat membedakan antara kebohongan dan kenyataan dengan pikirannya sendiri.

Depresi

Gangguan suasana hati bisa menimbulkan perasaan sedih secar terus menerus. Tingkat kesedihannya bisa berlangsung lama hingga beberapa hari, berminggu-minggu, atau bahkan bisa berbulan-bulan.

Gangguan Bipolar

perubahan hati termasuk tanda jenis gangguan mental bipolar. Merasakan sedih, putus asa dalam periode tertentu, hingga menjadi senang dikemudian hari atau periode selanjutnya.

Gangguan Kecemasan

penderitanya takut secara berlebihan dan cemas secara terus menerus dalam menjalani aktivitas sehari-hari termasuk gejala gangguan mental termasuk gangguan kecemasan. Dapat dialami oleh si penderita saat terserang kepanikan yang berlangsung dalam waktu lama hingga sulit dikendalikan.

Gangguan Tidur

perubahan pola pikir hingga mengganggu kualitas hidup penderitanya dan perubahan ini termasuk kedalam gangguan tidur. Seperti parasomnia (mimpi buruk), insomnia (sulit tidur) dan narkolepsi (mudah tidur).

Pencegahan Gangguan Mental

Tergantung dari jenis gangguan yang dialami menurut tingkat keparahannya. Terapi perilaku kognitif, penyaranan dokter untuk pasien hidup gaya sehat empat sehat lima sempurna dan pemberian obat.

Obat Obatan

Meningkatkan efektifitas psikoterapi dokter memberikan sejumlah resep obat untuk meredakan gejala yang dialami penderita:

  • Fluoxetine termasuk antidepresan
  • Aripiprazole termasuk antipsikotik
  • Alprazolam berfungsi peredam cemas
  • Lithium termasuk mood stabilizer

Terapi Perilaku Kognitif

Bertujuan untuk mengubah respon pasien dan pola pikir dari pikiran negatif menjadi pikiran positif. Bisa untuk mengatasi gangguan mental seperti gangguan kecemasan, gangguan bipolar, gangguan tidur, depresi, dan skizoferania. Dokter akan menggabungkan antara obat-obatan dengan terapi perilaku kognitif agar menjadi lebih efektif.

lari-berolahraga


Perubahan Gaya Hidup

Cara memperbaiki kualitas tidur penderita gangguan mental mengalami gangguan tidur dan harus menjalani hidup sehat, apabila digabungkan dengan metode pengobatan diatas.

Beberapa langkah yang bisa dikerjakan adalah:

  • makan buah dan sayur yang banyak
  • konsumsi minuman berkafein dibatasi
  • berhenti dari minuman beralkohol dan berhenti merokok
  • di jam yang sama tidur dan bangunnya si penderita gangguan mental
  • stres dikelola dengan baik
  • olahraga dilakukan secara rutin
  • sebelum tidur dilarang makan makanan yang mengandung karbohidrat.

Apabila penderita gangguan mental yang cukup parah, maka harus menjalani perawatan dan penangan lebih khusus di rumah sakit jiwa. Tidak bisa jika menjalani perawatan mandiri atau melakukan tindakan yang bisa membahayakan orang lain dan diri sendiri.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel