Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mengenali Gejala Terlalu Banyak Konsumsi Gula

Hampir semua jenis makanan yang kita konsumsi tanpa disadari mengandung gula. Ada dua jenis gula yang kita konsumsi setiap hari yaitu gula alami dan gula tambahan. Gula yang ditemukan secara alami contohnya adalah buah dan susu.

konsumsi-gula-secara-berlebih

Sedangkan gula tambahan adalah jenis gula atau pemanis buatan yang ditambahkan ke dalam minuman atau makanan selama proses pembuatannya. Hal ini seperti saat kita memasukkan gula dalam kopi atau sebuah masakan. Gula tambahan ini bisa termasuk juga gula alami seperti gula putih, gula aren, madu serta pemanis buatan.

Bukan hanya itu saja, gula tambahan yang kita sering konsumsi contohnya makanan ringan, ice cream, yoghurt, permen, dan masih banyak lagi.

Apakah kalian pernah mengalami yang namanya perubahan mood secara tiba-tiba atau mood yang berantakan serta tumbuhnya jerawat padahal kita tidak mengalami stres atau hal-hal yang dapat memicu tumbuhnya jerawat? Hal itu perlu diwaspadai karena bisa saja kejadian itu termasuk tanda-tanda kita telah mengkonsumsi terlalu banyak gula.

kadar-gula-tinggi

Lalu gejala apa saja yang menandakan kita talah mengkonsumsi terlalu banyak gula? Berikut diantaranya:

1. Munculnya jerawat

Makanan yang manis dapat menyebabkan peningkatan sekresi androgen, produksi minyak serta peradangan dalam tubuh yang mana ketiga hal tersebut adalah penyebab utama dari timbulnya jerawat.

Terdapat sebuah penelitian bahwa seseorang yang yang sering mengkonsumsi gula tambahan memiliki resiko 30% lebih tinggi untuk mengalami munculnya jerawat.

2. Mood swing

Terdapat penelitian yang menunjukkan bahwa mengkonsumsi banyak gula yang mengakibatkan perubahan kadar gula, perubahan saraf serta timbulnya peradangan merupakan salah satu yang bisa berdampak buruk pada kesehatan mental.

Para peneliti juga menyebutkan seorang laki-laki yang mengkonsumsi 67 gram kalori gula dalam perhari memiliki resiko 23% lebih tinggi mengalami depresi daripada lelaki yang mengkonsumsi 40 gram kalori gula per hari.

Sedangkan untuk wanita tingkat resiko terkena stres bisa lebih tinggi apabila mengkonsumsi banyak gula.

3. Peningkatan berat badan

Mengkonsumsi gula tambahan dari minuman ringan seperti soda, teh manis kemasan serta jus kemasan menjadi penyebab utama seseorang mengalami peningkatan berat badan.

Mengkonsumsi fruktosa dapat meningkatkan rasa lapar serta keinginan mengkonsumsi gula lebih banyak lagi. Jadi saat anda merasa lapar hindari mengkonsumsi minuman manis karena justru akan menimbulkan seseorang mudah untuk mengkonsumsi makanan manis lain.

Berikut ini adalah cara mengurangi konsumsi gula:

Hindari minuman yang mengandung kadar gula tinggi

Sebenarnya terdapat minuman manis yang tanpa disadari mengandung banyak gula tambahan seperti minuman rasa buah atau minuman bersoda. Minuman tersebut dapat menambah 44% asupan gula harian.

Oleh karena itu gantilah minuman yang memiliki kadar rendah gula seperti air mineral, air dengan daun mint dan mentimun, teh herbal atau kopi yang tidak mengandung pemanis tambahan. 

Hindari makanan yang mengandung kadar gula tinggi

Makanan yang mengandung gula seperti makanan penutup atau dessert dan makanan-makanan ringan. Makanan penutup bisa melonjakkan kadar gula tinggi dalam darah. Untuk alternatif yang sehat dengan kadar gula rendah dalam mengganti makanan penutup seperti buah, yoghurt tanpa pemanis, dark coklat.

Mengurangi konsumsi saus

Banyak orang yang tidak menyadari bahwa saus kemasan yang biasa tersedia di meja makan mengandung kadar gula yang cukup tinggi contohnya seperti saus tomat, saus cabai saus barbeque dan lain-lain adalah saus yang mengandung tinggi gula. Mengkonsumsi satu sendok saus tomat sama saja mengkonsumsi 4 gram gula.

Baca Juga :

- Pengetahuan Gejala Kesehatan Mental

- Tips Cara Diet Sehat Dan Mudah

Meysa Yulifa
Meysa Yulifa Hanya bisa berbagi sedikit pengetahuan melalui tulisan yang saya buat di Blog ini Semoga Bermanfaat ^_^

Berlangganan via Email